PENGELOLAAN TUNJANGAN KARYAWAN

Posted: Juni 9, 2011 in ME-7

PENGELOLAAN TUNJANGAN KARYAWAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh

KELOMPOK V

Rusli  Kasim (20930021)

Iwan Zainuddin (20930195)

Marselinus Erik ( 20930179 )

 

 

 

 

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN UNIVERSITAS STIE PANCA BHAKTI PALU

 

Kata Pengantar

 

Pertama kali sebagai penyusun makalah ini, ingin mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas Berkat dan Rahmatnya yang dilimpahkan olehnya kepada kami selama penyusunan makalah ini, hinggga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini pada dasarnya menjabarkan mengenai tentang Pengelolaan Tunjangan Karyawan. kata pepatah tiada gading yang tak retak. Kami tetap mengakui bahwa, dalam makalah ini masih terdapat banyak kelemahan. Hal ini mungkin dapat disebabkan oleh keterbatasan sumber dan waktu yang kami punya. Oleh karena itu kami meminta pengertian dari Bapak sekalian untuk dapat memaklumi segala kekurangan yang ada dalam makalah ini. Harapan kami, adalah Bapak dan pembaca puas setelah membaca makalah ini dan dapat memperoleh informasi dan manfaat yang sebesar-besarnya darinya. Akhir kata, kami sebagai penyusun menyampaikan permohonan maaf apabila ada perkataan yang salah didalam makalah ini. Sekian dan terimakasih.

 

 

 

                                                                                                          Palu,  6 Desember 2010

                                                                                                                      Penyusun,

                                                                                                                       

Kelompok V

 

 

 

 

DAFTAR  ISI

 

BAB I

PENDAHULUAN …………………………………………………………………………………………….

A.              Latar Belakang…………………………………………………………………………………….

B.              Rumusan Masalah ……………………………………………………………………….

C.              Tujuan……………………………………………………………………………………….

BAB II

PEMBAHASAN

A.              Uraian ………………………………………………………………………………………

BAB III

PENUTUP………………………………………………………………………………………………………..

A.              Kesimpulan ………………………………………………………………………………………..       

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.Latar Belakang

Dalam menjalankan usaha, setiap perusahaan tidak akan terlepas dari berbagai masalah yang berkaitan dengan fungsi-fungsi kegiatan usahanya, baik itu masalah produksi, personalia, pemasaran maupun usahanya. Masalah di atas tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, permasalahan diatas harus ditangani secara komprehensif, dengan cara mengkoordinasikan antara fungsi-fungsi dalam satu kesatuan. Masalah yang berkaitan dengan fungsi sumberdaya manusia merupakan satu hal yang dianggap penting dalam perusahaan.

Didalam suatu perusahaan tidak luput dari persoalan organisasi, karena persoalan organisasi adalah persoalan manusia. Organisasi pada dasarnya adalah kelompok orang yang bekerjasam untuk mencapai tujuan. Sehingga dalam memegangperanan yang sangat penting dalam rangka pencapaian tujuan organisasi secarakeseluruhan.

Menyadari bahwa manusia adalah faktor penentu yang sangat penting dan menjadi pusat perhatian setiap kegiatan operasionalnya, maka setiap perusahaan dituntut mengelola sumber daya manusia yang ada agar tujuan yang diharapkan dapat dicapai dengan selalu berorientasi pada penggunaan sumber daya manusia yang lebih efektif dan efesien.

Untuk itu masalah sumber daya manusia perlu mendapat perhatian yang cukup serius dalam menghadapi persaingan sekarang ini, karena sumber daya manusia merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan pengusaha dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya, berkembang, dan mendapatkan laba.

Walaupun pada masa sekarang ini, di mana banyak tenaga manusia digantikan oleh mesin-mesin yang otomatis. Tetapi perkembamgan sumber daya manusia tetap merupakan satu penentu atas tercapainya tujuan perusahaan karena alat atau mesin-mesin teknologi pada hakekatnya ciptaan hasil karya manusia. Untuk pencapain semua itu perusahaan harus dapat memberikan motivasi yang dapat mendorong semangat kerja mereka. Oleh sebab itu sangatlah penting untuk memperhatikan tenaga kerja terutama masalah pemberian tunjangan kesejahteraan, pengalaman kerja dan gaji karyawan dalam rangka peningkatan kinerjanya, karena dengan memperhatikan hal tersebut maka secara tidak langsung memberi dorongan moril para karyawan dalam melakukan pekerjaannya.

Di dalam perusahaan seorang atasan harus menanggapi kebutuhan dan keinginan karyawan sehingga di dalam perusahaan tercipta kondisi dimana kesejahteraan karyawan terjamin, kesewenang-wenangan akan menimbulkan komunikasi antar individu terhambat berakibat pada kinerjanya tidak berjalan dengan baik, pemberian upah yang tinggi merangsang karyawan untuk berprestasi.

Banyak terdapat dalam perusahaan, karyawan yang mempertahankan  pekerjaannya meskipun upah yang didapat kecil, itu disebabkan preusan memberikan berbagai macam tunjangan, misalnya tunjangan kematian jira karyawan mengalami musibah, tunjangan hari raya, tunjangan kesehatan tunjangan hari tua. Selain tunjangan, karyawan juga menghendaki tempat verja yang aman, cukup mendapatkan udara yang segar penerangan yang baik dan jam kerja yang tidak terlalu lama. Pemberian tempat kerja menyenangkan berarti pula menimbulkan semangat kerja karyawan, cara demikian dapat terhindar dari pemborosan waktu dan merosotnya kesehatan, perusahaan harus menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan di dalam perusahaan.

Pemberian tunjangan yang merupakan komponen dari komposisi ini Sangat berpengaruh pada kinerja karyawan. Dari latar belakang tersebut, maka dalam makalah ini membahas mengenai “PENGELOLAAN TUNJANGAN KARYAWAN.”

 

B. Rumusan Masalah

 

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka perumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah sebenarnya tunjangan karyawan itu dalam  kaitannya dengan perusahaan?

2. Apakah terdapat pengaruh tunjangan karyawan untuk meningkatkan produktifitas perusahaan?

 

C. Tujuan

 

Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui apa sebenarnya yang di maksud dengan tunjangan karyawan.

2. Untuk menganalisis pengaruh tunjangan karyawan bagi kelangsungan sebuah perusahaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A. Uraian

 

Tunjangan merupakan kompensasi tambahan yang bertujuan untuk mengikat karyawan agar tetap bekerja pada perusahaan (Handoko, 1994).

Menurut Simamora (1997) disamping gaji, kompensasi juga meliputi cakupan tunjangan-tunjangan (benefits).

Tunjangan karyawan (employee benefit) adalah pembayaran-pembayaran dan jasa-jasa yang melindungi dan melengkapi gaji pokok, dan perusahaan membayar semua atau sebagian dari tunjangan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian tunjangan yang disesuaikan topik bahasan ini adalah : “Tambahan pendapatan di luar gaji sebagaisokongan bantuan.”

Dari beberapa pendapat dapat disimpulkan bahwa: Tunjangan Karyawan merupakan kompensasi tidak langsung yang diberikan kepada karyawan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Tujuan utama dari tunjangan karyawan adalah untuk membuat karyawan mengabdikan hidupnya pada organisasi dalam jangka panjang (Flippo, 1990). Dengan pemberian tunjangan bagi karyawan yang diterapkan dengan tepat dalam suatu perusahan dapat memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan. Diantara manfaat yang diperoleh dari diberikannya tunjangan  karyawan adalah: a) Penarikan tenaga kerja yang lebih efektif; b) Memperbaiki semangat dan kesetiaan karyawan; c) Menurunkan tingkat absensi dan perputaran tenaga kerja; d) Memperbaiki hubungan masyarakat; e) Mengurangi pengaruh organisasi baik yang ada maupun yang potensial; f) Mengurangi campur tangan pemerintah dalam organisasi.

Untuk menunjang keberhasilan tersebut di atas maka salah satu faktor yang penting perlu diperhatikan oleh manajer adalah pemberian tunjangan bagi karyawan yakni tunjangan kesejahteraan yang  diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan sehingga memberi keuntungan baik juga bagi preusahaan.

 

Jenis –jenis tunjangan :

         Tunjangan Kesehatan

         Tunjangan Pensiun

         Tunjangan Tahunan

         Tunjangan Transport

 

 

Tujuan Diberikan Tunjangan

Menurut Simamora (1997) tunjangan digunakan untuk membantu organisasi memenuhi satu atau lebih dari tujuan-tujuan berikut:

1. Meningkatkan moral karyawan

2. Memotivasi karyawan

3. Meningkatkan kepuasan kerja

4. Memikat karyawan-karyawan baru

5. Mengurangi perputaran karyawan

6. Menjaga agar serikat pekerja tidak campur tangan

7. Menggunakan kompensasi secara lebih baik

8. Meningkatkan keamanan karyawan

9. Mempertahankan posisi yang menguntungkan

10. Meningkatkan citra perusahaan dikalangan karyawan

Program tunjangan karyawan haruslah direncanakan secara cermat dan tujuan-tujuannya disusun dengan teratur untuk digunakan sebagai pedoman guna menyususn program dalam menentukan kombinasi tunjangan yang optimal, langkah – langkah yang bisa di gunakan antara lain sebagai berikut:

1. Mengumpulkan data biaya dasar dari semua item tunjangan

2. Melakukan penelitian seperti seberapa banyak dana yang tersedia guna mengikuti semua biaya tunjangan untuk periode mendatang.

3. Menentukan preferensi kepada setiap item tunjangan yakni, preferensi karyawan dan preferesi manajemen.

4. Memutuskan bagaimana kombinasi optimal dari berbagai tunjangan. Orang yang membuat keputusan secermat mungkin akan mempetimbangkan berbagai item tunjangan preferensi relatif yang diperlihatkan oleh manajemen dan para karyawan, perkiraan biaya-biaya setiap item dan total jumlah dana yang tersedia untuk setiap paket tunjangan.

Pengusaha umumnya dapat memenuhi harapan pekerja mengenai peningkatan upah serta pemberian tunjangan dan fasilitas bila pekerja dapat memberikan kontribusi lebih besar dan sebanding. Pengusaha dapat memberikan tambahan upah dan atau tunjangan bagi pekerja hanya bila dia yakin bahwa pekerja dapat memberikan peningkatan produktivitas. Dengan kata lain setiap peningkatan upah dan tunjangan perlu diikuti dengan peningkatan produktivitas pekerja secara proprsional.

 

 

Prinsip-Prinsip Program Tunjangan

Simamora (1997) menyatakan, supaya program tunjangan memberikan kontribusi bagi organisasi, stidak-tidaknya sama dengan biaya yang telah dikeluarkan bagi program tersebut, terdapat beberpa prinsip umum yang sebaiknya diterapkan.

1. Tunjangan karyawan haruslah memenuhi kebutuhan nyata.

2. Tunjangan-tunjangan haruslah dibatasi kepada aktivitas-aktivitas dimana

    kelompok lebih efisien dibandingkan individu.

3. Program tunjangan haruslah bercirikan fleksibilitas yang memadai demi

memungkinkan adaptasi terhadap berbagai kebutuhan-kebutuhan karyawan.

4. Jika perusahaan ingin meraih apresiasi dari penyediaan jasa-jasa karyawan,

perusahaan haruslah melakukan program komunikasi yang ekstensif dan

terencana dengan baik.

Perusahaan dan karyawan pada hakekatnya saling membutuhkan, karyawan adalah asset perusahaan karena tanpa adanya sumber daya manusia maka perusahaan tidak akan bisa berjalan, begitu juga karyawan tidak dapat menunjang kesejahteraan hidupnya tanpa adanya perusahaan sebagai tempat mencari nafkah sekaligus implementasi dari disiplin ilmu yang mereka miliki sendiri. Maka karyawan harus diperhatikan kesejahteraannya jangan hanya dituntut kewajibannya saja dengan berbagai macam beban pekerjaan, begitu pula dengan karyawan yang jangan hanya menuntut hak mereka tetapi pekerjaan dan tanggung jawab sebagai karyawan tidak diselesaikan. Namun masih ada perusahaan yang kurang memperhatikan karyawannya sehingga karyawan menjadi kehilangan motivasi, malas, dan terkesan tidak baik hasil pekerjaannya. Sehingga mereka beranggapan bahwa sekeras apa pun mereka bekerja perusahaan tidak mempedulikan mereka, apalagi untuk memberikan kesejahteraan dan imbalan yang layak untuk mereka.

Untuk memcegah terjadinya tindakan karyawan yang tidak diinginkan oleh perusahaan, maka tugas manajemen perusahaan yang harus memenuhi tuntutan karyawan dengan memberikan kesejahteraan yang adil dan bijaksana, semua itu dilakukan demi terciptanya kesejahteraan karyawan dan kesejahteraan perusahaan.

Karyawan adalah modal utama bagi setiap perusahaan. sebagai modal, karyawan perlu dikelola agar tetap produktif. Akan tetapi pengelolaan karyawan bukanlah hal yang mudah, karena mereka mempunyai pikiran, perasaan, status, keinginan dan latar belakang yang heterogen. Oleh sebab itu perusahaan harus bisa mendorong mereka agar tetap produktif dalam mengerjakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya masing-masing yaitu dengan memberikan sesuatu yang menimbulkan kepuasan dalam diri karyawan. sehingga perusahaan dapat membpertahankan karyawan yang loyalitas dan dedikasi yang tinggi serta memiliki pengalaman dan potensi dalam bidang pekerjaannya. Karyawan semacam itu merupakan asset utama yang penting dan salah satu factor penunjang keberhasilan pekerjaan dalam menjalankan perusahaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Dengan adanya program tunjangan bagi karyawan diharapkan dapat memenuhi berbagai kebutuhan para karyawan sehingga menimbulkan disiplin yang tinggi karena dengan disiplin yang tinggi berarti karyawan sadar dan bersedia bekerja dalam kondisi yang baik, bersungguh-sungguh dan dengan sepenuh hati melaksanakan tugas-tugasnya. Peningkatan kedisiplinan sehingga mendukung keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan.
Pentingnya program tunjangan karyawan yang diberikan kepada karyawan dalam rangka meningkatkan disiplin kerja karyawan yang dikemukakan oleh Hasibuan (2001:182) adalah:
“Pemberian tunjangan bagi karyawan dapat menunjang kesejahteran karyawan yang juga akan menciptakan ketenangan, semangat kerja, dedikasi, disiplin dan sikap loyal terhadap perusahaan sehingga labour turnover relatif rendah.”
Dengan adanya tunjangan terhadap karyawan maka  mereka akan lebih tenang dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Dengan ketenangan tersebut diharapkan para karyawan akan lebih berdisiplin dan lebih produktif dalam bekerja.

           

 

 

 

 

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

1). Hasibuan, Handoko, (1994), Simamora (1997), Flippo, 1990

2). http://www.google.com Makalah: Tunjangan karyawan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s